Hitunghambatan pengganti pada rangkaian seri: Related: Contoh Soal Kapasitor Seri dengan Pembahasan. R ps = R 2 + R 3. R ps = 8Ξ© + 7Ξ©. R ps = 15Ξ©. Sehingga rangkaian campuran menjadi dalam bentuk paralel, dan dapat kita hitung besar total hambatan pengganti pada rangkaian campuran tersebut. Besar total hambatan pengganti rangkaian:
Contoh10.2. Prediksi apakah masing-masing molekul berikut memiliki momen dipol: (a) BrCl, (b) BFβ (trigonal planar), (c) CHβClβ (tetrahedral). Strategi. Ingatlah bahwa momen dipol suatu molekul tergantung pada perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur yang ada dan geometrinya.
Makatabel akan diisi seperti berikut: Tabel 2 merupakan tata nama berdasarkan anion (ion negatif) monoatomik serta poliatomik. Penamaan anion monoatomik yang berasal dari unsur non logam, diberi akhiran -ida. Anion poliatom yang mengandung unsur oksigen atau oksanion (O) diberi nama dengan akhiran -it dan -at.
LengkapiTabel Berikut Rumus Kimia Cucl2 Pengukuran β Pengukuran adalah bagian penting dalam pengamatan. Semua segala sesuatu objek dapat di Pelajaran Cara Belajar Silat Harimau Sendiri Di Rumah 2 months ago admin 27 Views Cara Belajar Silat Harimau Sendiri Di Rumah Indonesia sendiri memang terkenal dengan beragam budayanya yang sangat unik.
Vay Tiα»n Nhanh Ggads. Tabel Potensial Reduksi Standar β Berikut ini Rumus Kimia akan berbagi tabel potensial reduksi standar yang nantinya dapat mempermudah sahabat dalam menentukan harga potensial reduksi unsur-unsur tertentu. Tabel Potensial Reduksi Standar Misalkan ada reaksi redoks dalam sebuah sel seperti Zns + CuSO4aq β ZnSO4aq + Cus dapat berlangsung jika ada perbedaan potensial yang bernilai positif dari kedua elektrode yang digunakan. Harga potensial mutlak suatu elektrode tidak dapat diukur. Oleh karena itu, ditetapkan suatu elektrode standar sebagai rujukan, yaitu elektrode hidrogen. Elektrode Hidrogen Elektrode hidrogen terdiri atas gas hidrogen murni yang tekanannya adalah 1 atm pada 25 Β°C. Gas tersebut dialirkan melalui sepotong platinum yang dicelupkan dalam larutan yang mengandung ion H+ dengan konsentrasi 1 M. Potensial elektrode standar ini ditetapkan memiliki harga potensial sama dengan nol volt. EΒ° = 0 volt Tabel Potensial Reduksi Standar Berikut merupakan daftar harga potensial reduksi [ EΒ° V ] beberapa unsur dalam bentuk table Setengah Reaksi EΒ° V F2g + 2 eβ β 2 Fβaq +2,87 S2O82βaq + 2 eβ β 2 SO42βaq +2,01 PbO2s + HSO4βaq + 3 H+aq + 2 eβ β PbSO4s + 2 H2O +1,69 2 HOClaq + 2 H+aq + 2 eβ β Cl2g + 2 H2O +1,63 MnO4βaq + 8 H+aq + 5 eβ β Mn2+aq + 4 H2O +1,51 PbO2s + 4 H+aq + 2 eβ β Pb2+aq + 2 H2O +1,46 BrO3βaq + 6 H+aq + 6 eβ β Brβaq + 3 H2O +1,44 Au3+aq + 3 eβ β Aus +1,42 Cl2g + 2 eβ β 2 Clβaq +1,36 O2g + 4 H+aq + 4 eβ β 2 H2O +1,23 Br2aq + 2 eβ β 2 Brβaq +1,07 NO3βaq + 4 H+aq + 3 eβ β NOg + 2 H2O +0,96 Ag+aq + eβ β Ags +0,80 Fe3+aq + eβ β Fe2+aq +0,77 I2s + 2 eβ β 2 Iβaq +0,54 NiO2s + 2 H2O + 2 eβ β NiOH2s + 2 OHβaq +0,49 Cu2+aq + 2 eβ β Cus +0,34 SO42βaq + 4 H+aq + 2 eβ β NiOH2s + 2 OHβaq +0,17 AgBrs + eβ β Ags + Brβaq +0,07 2 H+aq + 2 eβ β H2g 0 Sn2+aq + 2 eβ β Sns β0,14 Ni2+aq + 2 eβ β Nis β0,25 Co2+aq + 2 eβ β Cos β0,28 PbSO4s + H+aq + 2 eβ β Pbs + HSO4βaq β0,36 Cd2+aq + 2 eβ β Cds β0,40 Fe2+aq + 2 eβ β Fes β0,44 Cr2+aq + 3 eβ β Crs β0,74 Zn2+aq + 2 eβ β Zns β0,76 2 H2O + 2 eβ β H2g + 2 OHβaq β0,83 Al3+aq + 3 eβ β Als β1,66 Mg2+aq + 2 eβ β Mgs β2,37 Na+aq + eβ β Nas β2,71 Ca2+aq + 2 eβ β Cas β2,76 K+aq + eβ β Ks β2,92 Li+aq + eβ β Lis β3,05
Senyawa Tembaga II Tembaga dapat membentuk senyawa β senyawa dimana ia dapat berada pada bilangan oksidasi +1 atau +2. Dalam senyawa yang tembaganya memiliki bilngan oksidasi +2, sifat kimia larutan tembaga lebih dominan dipelajari. Dalam larutan berair, hampir semua senyawa garam tembagaII berwarna biru. Warna ini disebaban oleh adanya ion heksaaquatembagaII, [CuOH26]2+ dalam larutan. Warna berbeda terjadi pada senyawa garam temabagIIklorida. Cairan pekat dari senyawa tembagaIIklorida, memiliki warna hijau yang disebabkan oleh adanya ion kompleks yang memiliki bentuk planar seperti ion heksaklorokupratII, [CuCl4]2+. Ketika dilarutkan dalam air, warna larutan baru berubah menjadi biru. Perubahan warna ini disebabkan oleh terjadinya penggantian ion klorida pada senyawa kompleks dengan moleul air. warna biru itu disebabkan oleh adanya ion heksaaquatembagaII didalam larutan. Secara keseluruhan, perubahan ion kompleks yang mengankibatkan perubahan warna hijau menjadi biru digambarkan melalui reaksi berikut [CuCl4]2-aq + 6 H2Ol [CuOH26]2+aq + 4 Cl-aq Jika larutan amonia ditambahkan pada larutan ion tembagaII, warna biru dari ion kompleks heksaaquatembagaII akan digantikan oleh warna biru tua dari ion kompleks tetraaminotembagaII, [CuNH34]2+ yang memiliki bentuk segiempat planar. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut [CuOH26]2=aq + 4 NH3aq ==> [CuNH34]2+aq + 6 H2Ol Reaksi diatas memang tampak sederhana, karena kita menyederhanakannya dalam satu reaksi tunggal. Tetapi sebenarnya penggantian ligan air oleh amonia pada reaksi diatas berlangsung dalam beberapa tahap yang tidak akan diejalskan di sini. Penambahan ion hidroksidapada larutan ion tembagaII mengakibatkan pengendapan dari tembagaIIhidroksida, yang merupakan padatan seperti gelatin berwarna biru-hijau. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut Cu2+aq + 2OH-aq ==> CuOH2s Tetapi, jika kita panaskan larutan tersebut mengakibatkan senyawa hidroksidanya terdekomposisi menjadi senyawa tembagaIIoksida yang berwarna hiotam dan juga molekul air. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut CuOH2s ==> CuOs + H2ol TemabagIIhidroksida tidak larut dalam larutan basa, tetapi akan larut dalam larutan hidroksida pekat menghasilkan ion tetrahidroksokuptarII yang berwarna biru tua dengan rumus ion [CuOH4]2-sesuai dengan persamaan reaksi CuOH2s + 2 OH-aq ==> [CuOH4]2- aq Tembaga9IIhidroksida juga larut didalam larutan amonia menghasilkan ion tetraaminatembagaII CuOH2s + 4 NH3aq [CuNH34]2+aq + 2OH-aq Hampir untuk semua ligan, bilangan oksidasi +2 dari tembaga secara termodinamika lebih stabil, walaupun untuk ligan yang mereduksi, seperti iodida, akan mereduksi tembagaII menjadi tembaga9I sesuai dengan persamaan reaksi 2 Cu2+aq + 4I-aq ==> 2 Cus + I2aq Senyawa Tembaga I Walaupun logam tembaga tidaklah logam yang reaktif, tetapi ia bisa bereaksi dengan asam asam pekat. Khususnya, tembaga bereaksi dengan asam klorida yang mendidih menghasilkan larutan tidak berwarna dan gas hidrogen. Reaksi yang terjadi ini sangat mengejutkan, karena sebenarnya asam klorida bukanlah zat pengoksidasi yang kuat seperti asam nitrat. Ion tembagaI terbentuk dalam reaksi oksidasi yang secara cepat akan membentuk kompleks dengan ion klorida menghasilkan ion kompleks diklorokupratI yang tidak berwarna. Ion kompleks ini memiliki rumus kimia [CuCl2]-. Reaksi yang terjadi adalah reaksi kesetimbangan sebagai berikut 2 Cus + 2 H+aq 2Cu2+aq + H2g Cu+aq + 2 Cl-aq []-aq Ketika larutan ini dicampurkan ke dalam air destilasi yang bebas udara terlarut, tembaga Iklorida akan mengendap sebagai padatan berwarna putih [CuCl2]-aq ==> CuClS + Cl-aq Endapan yang terbentuk harus segera dipisahkan, disimpan dalam wadah yang tidak memungkinkan terkontaknya zat dengan udara. Hal ini disebabkan karena campuran udara dengan uap air akan mengoksidasi senyawa senyawa tembaga II. Dalam ilmu kimia organik, ion diklorocuprat digunakan untuk mengubah benzena diazonium klorida menjadi clorobenzena dalam suatu reaksi yang dikenal dengan nama reaksi Sandmeyer. [C6H5N2]Claq ==> C6H5Cll + N2g Biasanya, senyawa β senyawa tembagaI adalah tidak berwarna atau berwarna putih. Hal ini disebabkan karena ion tembaga memiliki konfigurasi elektron d10. Karena semua orbital d sudah terisis penuh oleh elektron, mengakibatkan tidak ada kemungkinan terjadinya transisi elektron yang dapat menyerap cahaya tampak untuk memunculkan warna pada senyawa. Dalam larutan berair, ion hidrat tembaga I tidak stabil dan cenderung mengalami reaksi disproporsionasi menjadi ion tebagaII. 2 Cu+aq Cu2+aq + Cus
Fisik dan Analisis Kelas 12 SMAReaksi Redoks dan Sel ElektrokimiaSel ElektrolisisLarutan CuCl2 Ar Cu=63,5 g mol^-1 di- elektrolisis menggunakan elektrode C dengan arus sebesar 5 ampere selama 30 menit. Logam Cu yang diendapkan di katode sebanyak ....Sel ElektrolisisReaksi Redoks dan Sel ElektrokimiaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0231Pada elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektrode Pt , dia...0242Pada proses elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode ka...Teks videoHalo Google lens disini terdapat larutan cucl2 yang dielektrolisis menggunakan elektroda c menggunakan Arus sebesar 5 ampere selama 30 menit kita diminta untuk menentukan Berapa banyak logam Cu yang diendapkan pada katoda Untuk itu kita harus menentukan Bagaimana reaksi yang terjadi pada katoda karena jenis ini merupakan sel elektrolisis maka aturan yang berlaku adalah sebagai berikut Reaksi yang terjadi pada katoda bergantung pada kation nya karena di sini gantian nya adalah CO2 + yang mana bukan merupakan golongan 1A 2A ataupun a l dan m n maka disini Terjadi reaksi reduksi dari kation Cu 2 + sehingga reaksi yang berjalan adalah sebagai berikut 2 elektron + 12 menjadi Cu padatan Nah disini sel elektrolisis adalah sel yang mana menggunakan energi listrik untuk menjalankan suatu reaksi kimia nah disini akan berlaku hukum Faraday 1 yang mana bahwa massa zat akan yang akan diendapkan atau dilarutkan akan sebanding dengan muatan yang dilewatkan dalam sel dan massa ekivalen zat tersebut nah disini kita. Tuliskan ulang Reaksi yang terjadi pada katoda terus kemudian kita Tuliskan apa yang kita ketahui dalam soal seperti air kemudian waktu yang telah menjadi sekon kemudian arus listriknya dan F yang mana disini F akan sama dengan per mol disini merupakan tatap-tatapan tetap Nah di sini dari hukum dari Faraday 1 hukum Faraday 1. Apabila kita Tuliskan secara matematis akan sebagai berikut. jumlah zat yang diendapkan atau massanya disini akan sebanding dengan Q atau muatan yang dilewatkan nasi hingga disini kita dapat menentukan Q dari reaksi yang kita jalankan Di mana Ki akan sama dengan phi * t sehingga disini dapat kita tentukan bahwa dia adalah Kemudian dari situ kita dapat menghitung mol elektron yang mana mol elektron akan sama dengan kiper F sehingga disini mol elektron yang didapatkan adalah 0,093 Nah di sini yang dihitung adalah mol elektron karena dalam suatu reaksi elektrolisis yang bertindak sebagai penentu adalah Jumlah elektronnya sehingga elektron nya yaitu 0,093 mol kemudian setelah kita ketahui jumlah mol elektron yang ada sehingga dapat kita hitung mol Cu kita hasilkan di mana Mau makan = setengah dari mol elektron sehingga didapatkan bahwa mol Cu adalah 0,047 mol dari sini dapat kita hitung massa dari Cu yaitu mol X Ar = 0,047 X 63,5 dan dapatkan bahwa massa c yang kita dapatkan adalah 2 koma 96 gram jawaban yang tepat adalah jawaban B Terima kasih sampai jumpa pada soal selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
ο»ΏFisik dan Analisis Kelas 10 SMAHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriPersamaan KimiaPersamaan KimiaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0427Di antara persamaan reaksi berikut yang sudah setara adal...0255Supaya reaksi 3Cus+a HNO3aq->b CuNO32aq+c Ng+...0158Gas butana dibakar sempurna menurut reaksi a C4 H10g+...0353Perhatikan persamaan reaksi berikut! a Cu + b HNO3 -> c C...Teks videoHello friends di sini ada soal tentang penyetaraan reaksi kimia ya, soalnya cukup sederhana jadi langsung aja kita menggunakan konsep penyetaraan reaksi dengan cara coba-coba ya kalau kita langsung di sini menyamakan atomnya satu persatu ya dari kiri di kiri harus sama dengan di kanan gitu ya kalau kita langsung yang pertama adalah atom Cu kita samakan dulu ceo-nya di sini Kok jumlahnya 1 di kanan c u jumlahnya udah sama-sama sama 1 ya kemudian kalau cewek di sini jumlahnya 2 HCL di kanan jumlahnya masih satu di sini berarti kita kali dua nih supaya sama gitu ya kemudian berikutnya lagi nanya di sini jumlahnya 1 ya di sebelah kanan nanya Tadi kan ini dikali 2 jadi ya berarti nanya di sini dua gitu kemudian sini satuSama dimakan NaOH yang di kiri kita * 2 ya kemudian nanti Oh hanya disini kita hitung satu ya. Oh hanya kita gabung kita hitung 1 berarti jumlah adalah 2 gitu ya di sini jumlahnya 2 dikali. Oh gitu ya kan mereka digabung ya mereka ya. Oh dua kali Oh dua yah jadi udah lama ya maka posisinya di sini 12 untuk enau hanya satu untuk cucunya kemudian dua untuk si NaCl Ya baik sampai jumpa di soal selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
lengkapi tabel berikut rumus kimia cucl2